Asmara Subuh Jadi Maksiat Subuh

asbuh

Ketika bulan Ramadhan tiba.Ada satu aktivitas muda-mudi yang difavoritkan di beberapa daerah.Yaitu ASMARA SUBUH.

Dahulu asmara subuh ini hanya berupa jalan-jalan santai bersama teman setelah sholat subuh di bulan Ramadhan.Namun seiring waktu (namanya juga setan).Para muda-mudi ini akhirnya ingin lebih dekat.Akhirnya saling berkenalan dengan lawan jenis.

Anehnya lagi.Tidak ada upaya kolektif untuk mereduksi aktivitas ini.Padahal asmara subuh ini sudah berevolusi menjadi MAKSIAT SUBUH.Namun seperti biasa.Orang tua mereka hanya diam karena tidak paham atau bahkan berkata “Ah,biasalah.anak muda jaman sekarang”.Seperti sebuah statement setuju.

Jalan-jalan setelah salat subuh banyak dilakukan orang di bulan Ramadhan. Tetapi beberapa tahun belakangan, kegiatan jalan selepas subuh semakin banyak penyimpangan.

Namun ada juga pihak berwajib yang sadar akan penyimpangan ini dan melakukan tindakan.

http://metro.news.viva.co.id/news/read/640502–asmara-subuh—aksi-mesum-saat-bulan-ramadhan

Menjadi ajang berduaan dengan lawan jenis

http://www.merdeka.com/peristiwa/asmara-subuh-dari-ngumpul-ngumpul-sampai-berduaan.html

Padahal.Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’ [17]: 32)
Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang. Asy Syaukani dalam Fathul Qodir mengatakan, ”Apabila perantara kepada sesuatu saja dilarang, tentu saja tujuannya juga haram dilihat dari maksud pembicaraan.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ

Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya. (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih dilihat dari jalur lain).

Maka dari itu sebaiknya para pemuda dan pemudi daripada menghabiskan waktu dan juga pahala dengan maksiat.Mending setelah subuh,ayo membaca al-Qur’an,berzikir sampai terbir matahari dan murojaah bagi memiliki hafalan al-Qur’an.

Kalau pemuda-pemudi gak punya hafalan al-Qur’an ya malu donk.Gak keren

Komentar

Komentar

Bagikan kepada yang lain...

Redaksi

Tentang Redaksi

ZonaGaul adalah zona menambah wawasan umum dan Islam buat pemuda-pemudi Indonesia