Cara Gokil Mengintai Lailatul Qodr

doa-malam-Lailatul-Qadar-Optimized

Telah datang bulan mulia.Ramadhan.Bulan dilipatgandakannya semua amal.Sampai orang yang malas ibadah pun jadi rajin di bulan Ramadhan.

Namun dari malam-malam di bulan Ramadhan.Ada satu malam yang paling mulia.Malam seribu bulan.Yakni malam lailatul qodr.

Pada umumnya dimalam-malam awal masjid akan penuh.Dan berkurang seiring berjalannya malam-malam Ramadhan.Namun bagi hamba yang paham akan kemuliaan Ramadhan.Mereka akan tetap istiqamah dari malam pertama sampai akhir karena paham kemuliaan Ramadhan yang hanya datang sekali setahun.

Kemuliaan Lailatul Qodr

Sebelum mengincar malam lailatul Qodr.Kenalilah keutamaannya:

1- Lailatul Qadar adalah waktu diturunkannya Al Qur’an

2- Lailatul Qadar lebih baik dari 1000 bulan

3- Lailatul Qadar adalah malam yang penuh keberkahan.

4- Malaikat dan juga Ar Ruuh -yaitu malaikat Jibril- turun pada Lailatul Qadar.

5- Lailatul Qadar adalah malam dicatatnya takdir tahunan

6- Dosa setiap orang yang menghidupkan malam ‘Lailatul Qadar’ akan diampuni oleh Allah

Lantas,bagaimana cara mendapatkan lailatul Qodr?

– Kebanyakan orang hanya fokus mencari lailatul Qodr di 10 hari terakhir karena berpedoman hadit :

الْتَمِسُوهَا فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ – يَعْنِى لَيْلَةَ الْقَدْرِ – فَإِنْ ضَعُفَ أَحَدُكُمْ أَوْ عَجَزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ عَلَى السَّبْعِ الْبَوَاقِى

Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa. (HR. Muslim)

Padahal sesungguhnya malam-malam Ramadhan itu semuanya mulia.Akhirnya terlena kecuali pada 10 hari terakhir.

– Kebanyakan orang yang beritikaf lalai!!!

Mereka ketika itikaf biasa saja aktifitasnya.Sama seperti di malam-malam yang lain.Malamnya tidur pulas seperti biasa namun siangnya kuat dan giat beribadah sampai haus dan capek.Lebih parah lagi yang malam dan siangnya sama saja.Penuh dengan tidur dan hal sia-sia.

Padahal yang dicari adalah LAILATUL QODR (malam) bukan NAHARUL QODR (siang).

Kalau memang yang dicari adalah MALAM LAILATUL QODR,maka seharusnya ibadahnya lebih kuat diwaktu malam ketimbang di waktu siang.

Yang sering saya lakukan adalah full ibadah di malam hari dan tidurnya diganti menjadi siang-hari.

– Bagaimana kalau yang beritikaf itu pekerja atau PNS atau karyawan yang belum libur lebaran?

Ya nasib.Tapi seorang karyawan PLN tempat saya ngisi kajian tahsin dulu menceritakan kalau dia dan banyak karyawan itu mengambil cuti tahunan selama 10 hari di akhir Ramadhan.Ya,mereka punya hak cuti tapi tidak pernah diambil kecuali buat ITIKAF.

Beruntunglah bagi mereka yang bukan pegawai atau karyawan kantoran.Pengusaha atau enterprenaur dan sejenisnya.Waktu ditangannya sendiri.Bebas.

Itu ide yang bagus.

– Dahulu banyak orang yang hanya ber ‘itikaf’ malam saja dari habis tarawih sampai sahur di masjid.Mereka hanya itikaf kalau malam-malam ganjil.

Ini juga kurang ‘niat’ sebenarnya.Coba bayangkan kalau awal Ramadhan ada dua versi.Berbeda memulai puasa.Tentu berbeda pula hitungan tanggal Ramadhannya.Yang satu malam ganjil yang satunya lagi malam genap.Siapa yang tahu kalau disitulah malam lailatul Qodr???

Maka dari itu,berupaya mengintai malam lailatul Qodr sejak awal.itikaflah di 10 hari terakhir dengan TIDAK TIDUR dimalam hari dan diganti dengan siang.Hidupkan malam dengan sholat malam walau telah tarawih (tapi witir hanya boleh sekali).Dengan membaca al-Qur’an.Berdo’a dan munajat serta istigfar dan ditemani dengan stok kopi yang banyak.

Ketika malam-malam itikaf perbanyaklah istigfar sebagaimana dalam hadits :

 عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ  قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

Dari ‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha-, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa do’a yang mesti kuucapkan?” Jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berdo’alah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850. Abu ‘Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Berdo’alah di malam-malam itikaf dengan doa yang sama setiap malamnya.Insya Allah maqbul.

Semoga kita mendapatkan malam lailatul Qodr,istigfar kita diterima dan do’a kita dikabulkan.Amin

Note :

Bagaimana Wanita Haidh Menghidupkan Malam Lailatul Qadar?

Juwaibir pernah mengatakan bahwa dia pernah bertanya pada Adh Dhohak, “Bagaimana pendapatmu dengan wanita nifas, haidh, musafir dan orang yang tidur (namun hatinya dalam keadaan berdzikir), apakah mereka bisa mendapatkan bagian dari lailatul qadar?” Adh Dhohak pun menjawab, “Iya, mereka tetap bisa mendapatkan bagian. Siapa saja yang Allah terima amalannya, dia akan mendapatkan bagian malam tersebut.”Latho-if Al Ma’arif, hal. 331

Komentar

Komentar

Bagikan kepada yang lain...

Redaksi

Tentang Redaksi

ZonaGaul adalah zona menambah wawasan umum dan Islam buat pemuda-pemudi Indonesia