Mercon dan Ramadhan

Mecon saat Bulan Ramadhan antara boleh dan tidak

Mecon saat Bulan Ramadhan antara boleh dan tidak

Fenomena Mercon saat Ramadhan

Ramadhan Mubarok (yang diberkahi) adalah momen istimewa untuk beribadah.Dan menjadi momen indah pada keadaan tertentu.

Banyak hal yang jarang atau tidak ada kecuali di bulan Ramadhan.Ada juga aktivitas anak-anak yang merebak pada bulan Ramadhan.Diantaranya adalah mainan mercon.Petasan atau yang sejenisnya.

Masalah hukum boleh tidaknya sudah sering dibahas oleh para ustadz.Namun kali ini perlu kita lihat dan review beberapa hal.

Petasan dan sejenisnya Boleh

Bolehnya ini adalah hukum dasar setiap aktivitas atau perkara duniawi.Namun tentu saja bolehnya bila tidak mengganggu orang lain atau tidak bertentangan dengan dalil-dalil lain.

Petasan atau Mercon Terlarang

Namun suatu perkara bisa terlarang jika mengganggu orang lain atau menimbulkan mudharat. Inilah indahnya Islam sebagai agama perdamaian.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

المسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ , و المهاجِرَ مَنْ هَجَرَ مَا نهَى اللهُ عَنْهُ

“Yang disebut dengan muslim sejati adalah orang yang selamat orang muslim lainnya dari lisan dan tangannya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang berhijrah dari perkara yang dilarang oleh Allah .” (HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 40 )

Inilah akhlak Islam. Tidak menyakiti orang lain.http://kriminalitas.com/wp-content/uploads/2015/06/petasan.jpg

Semalam ketika lewat sepulang tarawih, saya berkali-kali kaget karena banyaknya anak-anak yang meledakkan petasan di pinggir jalan. Sampai tidak habis pikir atas peran orang tua.

Bagaimana jika yang terganggu itu orang lanjut usia atau mungkin yang bermasalah dengan kesehatan jantung?.

Karena mereka anak-anak maka kewajiban yang lebih tua terutama keluarganya untuk menasehati dan mendidik dengan akhlak Islami. Namun bermain petasan ini bukan hanya anak kecil tapi juga anak muda dan anak alay. Yang tidak sedikit dari mereka sulit menerima masukan dan nasehat.

Kebiasaan bermain petasan di bulan Ramadhan merupakan diantara budaya-budaya masyarakat. Namun perlu ada pengawasan dalam penggunaan agar tidak mengganggu apalagi sampai ada yang luka karena terkena ledakan petasan.

Maka dari itu sebaiknya umat Islam lebih sibuk dengan ibadah terutama tilawah al-Qur’an pada malam hari dan mengajak anak-anaknya untuk tilawah atau beristirahat. Itu lebih baik . Nabi bersabda :

«مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ».

“Di antara tanda kebaikan keIslaman seseorang: jika dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” (Hadits hasan, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi)

Tidak boleh Mengganggu Tetangga dan Kaum Muslimin

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabdaL

وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ ، وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ ، وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ . قِيْلَ: وَ مَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: الَّذِيْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ

Demi Allah, tidak beriman, tidak beriman, tidak beriman. Ada yang bertanya: ‘Siapa itu wahai Rasulullah?’. Beliau menjawab: ‘Orang yang tetangganya tidak aman dari bawa’iq-nya (kejahatannya)‘” (HR. Bukhari 6016, Muslim 46)

Justru sebaliknya ,harus memuliakan tetangga:Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia muliakan tetangganya” (HR. Bukhari 5589, Muslim 70)

Bahkan besar dan pentingnya kedudukan tetangga bagi seorang muslim sangatlah ditekankan, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَا زَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِيْ بِالْـجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ

Jibril senantiasa menasehatiku tentang tetangga, hingga aku mengira bahwa tetangga itu akan mendapat bagian harta waris” (HR. Bukhari 6014, Muslim 2625)

Larangan Umum

http://www.kiblat.net/files/2014/07/petasan.jpg

Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

وَلاَ يَجْهَرْ بَعْضُكُمْ عَلَي بَعْضٍ بِالْقُرْآنِ

Dan janganlah sebagian kamu mengeraskan (bacaan) al-Qur’ân atas yang lain.

Berkata Al-Baji:

“Karena hal itu dapat mengganggu dan menghalangi orang yang sedang serius melaksanakan shålat, mengganggu kesunyiannya (keheningannya); dan (menganggu) konsentrasi untuk memunajatkan al-Qur-aan kepada Råbbnya.

Jika mengeraskan bacaan al-Qur-aan tidak boleh, karena dapat menganggu orang yang sedang shålat, maka berbicara keras dengan omongan yang lain lebih terlarang”

Berkata Ibnu ‘Abdil Barr:

” Jika umat Islam dilarang mengganggu muslim lainnya dengan perkataan/perbuatan yang baik (seperti) membaca al-qur’an. maka mengganggunya dengan hal lain hukumnya sangat haram”

HikmahHadits

1. Berdasarkan hadits ini, kita dilarang mengeraskan bacaan qur-aan kita, yang dapat menggangu kaum muslimin yang lain.

2. Berdasarkan hadits ini pula, termasuk tidak boleh apabila masjid-masjid memutarkan muratal-muratal atau membacakan al qur-aan dengan MIKROFON pada waktu yang tidak tepat..Apalagi jika memutar lagu-lagu.

3. Sebagaimana perkataan ibnu ‘abdil barr diatas, maka kita tekankan: “Maka bagaimana lagi dengan orang yang sampai MENAKUT-NAKUTI kaum muslimin!”

Rasulullah dalam hal ini bersabda:

لاَيَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسلِمًا

“Tidak halal bagi seorang muslim, untuk menakut-nakuti muslim yang lain”

[Diriwayatkan oleh Abu Dawud (5004). Lihat Shahîh Abu Dawud (4184); kutip dari almanhaj]

Mengagetkan juga masuk kategori menakut-nakuti.

Dengan petasan saja gak boleh,gimana kalau ngebom orang ?!. Nyawa yang melayang

Masya Allah. Inilah Islam agama yang indah. Pahami ajarannya dan implementasikan dalam hidup.

Komentar

Komentar

Bagikan kepada yang lain...

Redaksi

Tentang Redaksi

ZonaGaul adalah zona menambah wawasan umum dan Islam buat pemuda-pemudi Indonesia