Pemkot Aceh haramkan warganya merayakan Valentine Day

Valentine

Valentine Day yang selalu dirayakan pada tanggal 14 Februari sebut menjadi hari kasih sayang. Namun berbeda pandangan dari Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal.

Dia bahkan melarang warganya melakukan perayaan Valentine Day. Sebab menurutnya, dalam Islam tidak dikenal dengan hari tersebut dan itu merupakan budaya dalam masyarakat barat.

Bukti keseriusan Illiza mengharamkan perayaan Valentine Day dengan cara mengerahkan ribuan siswa-siswi, dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Banda Aceh untuk melakukan aksi. Rencananya aksi tersebut akan dilakukan satu hari sebelum Valentine Day, Sabtu (13/2).

Selain itu, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) bersama Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh mengeluarkan seruan bersama untuk mengantisipasi perayaan tersebut.

Dalam seruan itu, Pemerintah Kota Banda Aceh menyerukan kepada kalangan generasi muda, mahasiswa, siswa-siswi dan seluruh masyarakat muslim agar tidak merayakan Valentine Day dalam bentuk apa pun. Karena perayaan Valentine Day bertentangan dengan nilai-nilai syariat Islam.

“Perayaan Valentine Day bukan hanya akan merusak perilaku anak-anak kita, tetapi juga merusak akidah mereka. Ini yang paling krusial,” kata Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, Selasa (9/2) usai rapat di Balai Kota Banda Aceh.

Karena ini bertentangan dengan ajaran Islam, sebut Illiza, pihaknya akan gencar melakukan sosialisasi, baik kepada media massa, media sosial hingga pada masyarakat.

Bahkan Illiza menyebutkan, pemerintah telah membuat sebuah hashtag khusus di media sosial seperti #valentinebukanuntukkami. Hashtag itu baik di Twitter, Facebook, dan Instagram.

“Juga akan kita gencarkan terutama di kalangan pemuda agar gaungnya bisa ke seantero dunia,” kata Illiza.

Illiza juga meminta kepada pengusaha hotel, cake, swalayan, dan pusat perbelanjaan modern juga diimbaui untuk tidak memfasilitasi perayaan Valentin Day. Demikian pula di tempat-tempat nongkrong anak muda.

“Akan kita lakukan sosialisasi ke sana guna mengantisipasi perayaan tersebut,” sebutnya.

Sementara itu Ketua MPU Banda Aceh, A Karim Syech menegaskan, Valentine Day haram hukumnya dirayakan oleh umat muslim. Setidaknya ada lima indikator perayaan Valentine Day bertentangan dengan Syariat Islam.

“Pertama, itu adalah bentuk perbuatan meniru-niru orang kafir. Kedua, betuk perwujudan keagungan dan kecintaan kepada sosok Santo Valentine,” jelasnya.

Lanjutnya, ketiga, kalimat yang kerap diucapkan pada momen tersebut adalah ‘to be my valentine’ yang tergolong syirik. Keempat, acara yang digelar identik dengan pesta pora hingga menjurus pada pelegalan zina dengan semangat kasih sayang. Kelima, meniru perbuatan setan dengan menghambur-hamburkan uang untuk membeli kado atau hadiah.(Merdeka)

Komentar

Komentar

Bagikan kepada yang lain...

Redaksi

Tentang Redaksi

ZonaGaul adalah zona menambah wawasan umum dan Islam buat pemuda-pemudi Indonesia