Refleksi dari kasus Pemerkosaan Yuyun

Refleksi dari Kasus Pemerkosaan Yuyun

Refleksi dari Kasus Pemerkosaan Yuyun

Beberapa hari ini kita disuguhkan berita booming yang menguncang dunia. Ya,bukan hanya Indonesia. Berita yang sangat menguris hati dan memilukan. Pemerkosaan massal + pembunuhan.

Masih ingat dulu saat ada mahasiswi di India yang diperkosa bergilir di bus lalu tewas dilempar dari bus. Semua dunia heboh tak terkecuali publik di Indonesia . Sampai mengutuk keras dan mencap India sebagai negeri para Pemerkosa (walaupun memang dinobatkan sebagai negara dengan tingkat perkosaan tertinggi).

Namun lihalah kini.Justru negeri mayoritas muslim ini pun tersangkut kasus serupa bahkan lebih parah karena korbannya anak belia usia 14 tahun. Kasus Yuyun ini menjadi trending topic dan mengguncang meski media lebih meramaikan berita politik.

Bahkan belum lagi reda ada pula berita :

http://bogor.tribunnews.com/2015/10/12/di-depok-remaja-diperkosa-di-bogor-siswi-smp-digilir-tujuh-remaja

Tapi , dari kasus Yuyun ini setidaknya ada beberapa catatan penting:

1.Bahaya Miras dan apapun yang memabukkan

Seperti kita ketahui bahwa sebelum pelaku melakukan pemerkosaan yang berujung pembunuhan.Mereka terlebih dulu meminum tuak (sejenis minuman keras).

Dalam Islam sudah jelas dan pasti tentang HARAMnya khomr (zat yang memabukkan) karena bahayanya bagi orang yang mengkonsumsinya.

Allah berfirman :

۞ يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِن نَّفْعِهِمَا ۗ وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ
Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir. (QS.al-Baqoroh : 219)
Kebanyakan manusia yang menyukai atau bahkan membela peredaran khomr,miras ,bir dan sejenisnya mengatakan ,”Kan ada manfaatnya”.Atau seperti kata para liberalis,” Minuman seperti wiski sangat cocok di daerah Eropa yang dingin.Jadi halal”.
Semua argumen itu dipatahkan oleh penegasa dari Sang Pencipta manusia. Bahwasanya memang ada manfaatnya.Tapi mudhorot (bahayanya) lebih BESAR.
Dalam ayat yang lain Allah berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS.al-Maidah:90)
Jelas KHOMR adalah salah satu langkah syetan.Banyak sekali ayat-ayat dalam al-Qur’an yang menegaskan agar kita tidak mengikuti langkah-langkah syetan.
Ayat selanjutnya :
إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ ۖ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ
“Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)”.

Inilah bagian dari BAHAYA khomr.Tidak jarang kita dengar orang mabuk yang membuat kericuhan,perkelahian sampai pembunuhan bahkan pada teman dan keluarga sendiri lantaran hilangnya akal budi dan lupa akan Allah . Sehingga wajar bila Nabi pernah bersabda:

عن بن عباس رضي الله عنهما قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول الخمر أم الفواحش وأكبر الكبائر من شربها وقع على أمه وخالته وعمته

“Khamr adalah induk keburukan dan dosa yang paling besar, barangsiapa meminumnya sangat mungkin ia menzinai ibu dan bibinya.”

 

Masya Allah. Lihatlah.Kasus Yuyun ini terjadi setelah mereka menenggak sang penghilang akal. Dan akhirnya menzinahi (secara paksa) gadis kampung yang belia.

 

Bahkan kabar terakhir,POLRI sendiri menyarankan Pemda membuat Perda Larangan Miras. Yang dulu juga banyak digugat oleh anggota dewan dan politisi dan LSM pro tuak. Ini karena POLRI sudah menyadari bahayanya miras. Saran ii disampaikan Kepala Biro Penerangan POLRI,Brigjen Agus Rianto.

 

2. Hilangnya peran orang tua

Anak itu tergantung bimbingan dan pengawasa orang tuanya . Bila berhasil membimbing dalam kebaikan niscaya sang anak akan merangkulnya ke surga.Namun bila sebaliknya. Gagal membimbing dalam hidayah Islam,maka kelak sang anak akan menarik tangannya ke neraka.

 

Saya pernah melihat sendiri orang tua yang doyan minum miras tengah teler di teras rumahnya .Dan tentu saja disaksikan oleh anak-anaknya.Mana teladan orang tua?. Ada juga orang tua yang menaruh tuak di meja tamu dan boleh diminum oleh anaknya.

 

Belum lagi orang tua yang sering melakukan kejahatan.Maksiat.Atau bahkan prilaku jelek yang dicontoh oleh anak-anak. Kelak orang tua sebagai pemimpin rumah tangga akan dimintai pertanggung jawaban.

 

Namun, ada juga orang tua yang tidak pernah minum miras.Tidak melakukan kejahatan.Berprilaku baik. Namun si orang tua ini membiarkan anak atau keluarga melakukan maksiat,kejahatan,dan lainnya semisal meminum miras. Maka orang tua seperti ini juga akan mendapatkan balasan dari Allah sebagaimana sabda Nabi:

عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّهُ سَمِعَهُ يَقُولُ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَلَيْهِمْ الْجَنَّةَ مُدْمِنُ الْخَمْرِ وَالْعَاقُّ وَالدَّيُّوثُ الَّذِي يُقِرُّ فِي أَهْلِهِ الْخُبْثَ

Dari Salim bin Abdillah bin Umar bahwa dia mendengar (bapak)nya berkata, telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Tiga golongan yang Allah mengharamkan surga atas mereka: pecandu khamer, anak yang durhaka kepada orang tua, dan Dayyuts, yaitu seorang yang merelakan keluarganya berbuat kekejian.”

(HR. Ahmad, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’ nomor 3052, dalam Al-Jami’ As-Shaghir wa ziyadatuh nomor 5363)

 

 3. Jauhnya dari Islam dan peran orang tua.

 Dilihat dari kelakuan mereka tergambarkan bila ada yang salah dengan pendidikan mereka terutama pendidikan agamanya.
Disinilah peran orang tua dan guru. Bahkan oleh menteri sendiri mengatakan orang tua pelaku bisa dituntut.
Memang betul. Anak dibawah 18 tahun masih dalam tanggungan orang tua.
Mengapa anak usia sekolah bisa minum tuak di jam sekolah pula?Mana peran sekolah dan guru?.
Mengapa anak-anak ini bisa bergaul dengan teman buruk?.mana pengawasan orang tua?.
Maka hendaknya bagi orang tua dan guru agar berusaha mendidik anaknya dengan agama dengan baik agar tidak tergelincir dalam perbuatan buruk bahkan sampai bisa menyeret orang tuanya di dunia bahkan di akhirat. Naudzu billah. Bukankah Nabi bersabda :

كلكم راع وكلكم مسئول عن رعياته

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban akan orang yang kalian pimpin”.
Dan orang tua adalah pemimpin dalam keluarganya.
Yang terbaru juga diketahui para pelaku pemerkosaan ini hobi nonton porno dan sebelum memperkosa Yuyun juga mereka sempat nonton film porno. Gadget dari siapa?. Kenapa tak terawasi?. Inilah PR para orang tua.

Ahli Neuropsikologi Saraf, Ihsan Gumilar mengatakan, penyebab pelaku tega memperkosa Yuyun, bukanlah akibat minuman keras, alias tuak yang sempat ditenggak pelaku. Ia menyebut kecanduan pornografi sebagai penyebab utama.

“Saya pikir ini bukan oleh miras, mereka semua kecanduan pornografi. Miras hanya pemicu, tetapi penyebabnya adalah adiksi pornografi,” ujar Ihsan dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu 7 Mei 2016.

Menurut Ihsan, secara psikologi otak seseorang yang telah kecanduan pornografi, cenderung untuk terus memikirkan hal yang menjurus kepada pornografi. Tetapi, sebenarnya hal itu masih bisa dikendalikan oleh salah satu bagian otak, yang mampu meredam perilaku menyimpang itu.

Namun, efek samping alkohol yang dikonsumsi, lanjut dia, telah mematikan kontrol tersebut, sehingga hasrat seksual akibat adiktif pornografi menjadi tak terbendung. “Dorongan seksualnya terus muncul, tetapi kemampuan otaknya untuk mengendalikan diri dihilangkan oleh alkohol, dan otak tidak bisa lagi mengontrol,” kata dia.

4. Antara hukum demokrasi dan Islam

Setelah terkuaknya kasus Yuyun ini . Masyarakat ramai-ramai mengutuk sembari teriak,”Hukum seberat-beratnya!”. Ya begitulah. Tapi apa boleh dibuat. Negara ini menggunakan sistem hukum barat. Akhirnya para pelaku hanya bisa dituntut 10 tahun penjara atau bahkan hanya di masukkan penjara anak atau rehabilitasi jika si pelaku ini masih di bawah 18 tahun.  Alasannya sederhana. Mereka BELUM DEWASA (?) versi hukum negara.
What?. Belum dewasa?. Tapi sudah  jago minum tuak bisa memperkosa.?. Tidak masuk akal.
Padahal dalam Islam, anak yang dianggap telah dewasa bila telah ihtilam (mimpi basah).

Dari Ali (bin Abi Thaalib) ’alaihis-salaam, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda :

رفع القلم عن ثلاثة عن النائم حتى يستيقظ وعن الصبي حتى يحتلم وعن المجنون حتى يعقل

”Diangkat pena (tidak dikenakan kewajiban) pada tiga orang, yaitu : orang yang tidur hingga bangun, anak kecil hingga ihtilam, dan orang gila hingga berakal” [HR. Abu Dawud no. 4403 dan At-Tirmidzi no. 1423; shahih].

 

Jadi,bila si anak telah mimpi basah.Maka dia sudah bisa dihukum. Sementara para pelaku dalam kasus Yuyun ini bukan hanya sudah mimpi basah. Tapi juga sudah bisa melakukan persetubuhan.jadi mana mungkin kita hukumi sebagai ‘BELUM DEWASA’ atau ‘DI BAWAH UMUR’?. Ngawur itu.
Jadi walau Anda teriak agar dimereka dihukum beratlah,dikebirilah,dihukum matilah bersama rencana perampungan UU kebiri atau hukuman mati.
Percuma…….
Percuma kalau negara masih kaku menganggap kategori dewasa hanya orang di atas 18 tahun (18+).Mereka gak bakalan dihukum berat bahkan akan dilindungi oleh para aktivis HAM,KPAI,atau LSM-LSM bayaran negara barat.
Cara terbaik adalah upaya para anggota dewan yang terhormat untuk mengubah cara pandang terhadap kata ‘DEWASA’ . UU negara ini harus mengadopsi pelabelan Islam bahwa anak yang telah bisa berfikir baik-buruk,telah ihtilam sudah bisa dimasukkan sebagai ‘ORANG DEWASA’.
Hanya hukum Islam yang benar-benar menghormati kehormatan wanita dan kemuliaan nyawa seorang insan manusia.Nyawa dibalas nyawa. Makanya ada pewajiban hijab bagi wanita,ada hukuman mati bagi para pemerkosa dan pelaku pembunuhan.Apalagi bagi pelaku pemerkosaan + pembunuhan tentu hukuman sangat berat.
Kalau masih ada saja orang yang membela atau bahkan melindungi para pelaku keji ini dengan alasan negara ini negara hukum (demokrasi). Coba tanyakan kepada mereka;”Bagaimana perasaan Anda sekiranya korbannya adalah keluarga atau anak Anda sendiri?”.
Sepanjang hukum pidana Indonesia belum berkeadilan terutama masalah keselamatan nyawa akan terus menjadi momok. Orang semakin banyak yang dengan mudahnya mencabut nyawa orang lain,melakukan pembunuhan karena berfikir hukumannya ringan ditambah banjir remisi. Berbeda jika pelaku pembunuhan diganjar dengan dengan hukuman mati.Niscaya orang akan berfikir 1000 kali untuk membunuh atau menghilangkan nyawa orang lain.
Semoga para pemerintah dan para anggota legislatif bisa berfikir logis sehingga tercerahkan untuk merevisi UU dan KUHP agar lebih berkeadilan.Nyawa manusia akan semakin dihargai dan dihormati.AMin.

Komentar

Komentar

Bagikan kepada yang lain...

Redaksi

Tentang Redaksi

ZonaGaul adalah zona menambah wawasan umum dan Islam buat pemuda-pemudi Indonesia